Nama
: M. Ade Ishaq
Utusan : MUI Kec. Cisarua
Jenis
Tugas : Refleksi
REFLEKSI
PEMBUKAAN
PENDIDIKAN KADER ULAMA ( PKU ) XI
Alhamdulilah,
itu adalah kata yang pertama saya ucapkan ketika mendengar informasi kelulusan
PKU ini, tepat satu hari sebelum acara pembukaan PKU diselenggarakan. Kaget,
heran, tak terduga, senang dan bingung, itulah perasaan yang saya rasakan pada
saat itu, campur aduk perasaan yang tersimpan dalam pikiran dan hati saya. Karena
dari awalpun saya tidak ada dugaan akan lulus dalam testing PKU ini, karena
melihat kemampuan dan wawasan saya yang serba kekurangan dan kelemahan dalam
pemahaman.
Dan
sebenarnya, saya termasuk peserta yang tidak lulus karena tidak adanya nama
saya pada saat pengumuman kelulusan testing PKU tersebut. Saya bersyukur dengan
kenyataan tersebut, tanpa mematahkan semangat saya dalam menjalankan aktifitas
keseharian saya sebagai salah satu Mudarris ( Pengajar ) di Pesantren Darul
Huda Cilember. Saya pasrah dan menerima kenyataannya, dan saya ingat dengan amanat
dari Kyai Mukri bahwa dalam testing PKU ini, pastinya akan terbagi menjadi dua
kesimpulan, ada yang lulus dan ada juga yang tidak lulus. Oleh karena itu, Kyai
Mukri menyarankan untuk tidak boleh patah semangat, tidak boleh terputus
kinerja dalam sehari-harinya. Alhamdulillah amanat beliau begitu memotivasi
saya.
Kemudian
seperti biasa saya mengerjakan apa yang harus saya kerjakan dalam keseharian
saya. Namun pada saat satu hari sebelum Pembukaan PKU XI dan PDU II
berlangsung, sekitar siang hari ketika saya sedang belajar mengajar dengan anak
santri, saya dikasih tahu oleh kaka saya, bahwasannya saya dinyatakan lulus
dalam PKU sekarang ini. Informasi tersebut pastinya dari pihak panitia PKU.
Saat itu juga saya bingung, melongo, kaget bercampur aduk dengan perasaan
senang juga, karena di PKU itu bisa menambah wawasan yang global.
Dan
besoknya, saya disuruh oleh orang tua saya juga kakak saya untuk datang ke
cibinong, tiada lain ke tempat diselenggarakannya Pembukaan PKU & PDU itu,
beserta rombongan MUI dari kec. Cisarua. Lalu, apa yang harus saya lakukan
besok nanti, pakain apa yang harus saya pakai, dan harus bagaimana disana
nanti. Berbagai tanda tanya timbul dalam pikiran saya, karena saya tidak tahu
informasi tentang PKU dari awalpun.
Waktu demi
waktu berjalan cepat hingga tiba saatnya esok hari yang cukup menegangkan bagi
saya. Singkat kata, sampailah saya di gedung itu sekitar pukul 09.00 WIB dan acara sudah dimulai. Saya bingung,
kemana saya harus bergabung, sedangkan peserta PKU yang lulus pun, saya tidak
tahu sama sekali, seperti apa orangnya, dimana tempat berkumpulnya, wah rasa
gelisah dan malu tertanam terus dalam hati saya. Bagaimana tidak gelisah,bisa
dibilang saya merupakan peserta PKU yang ke 51. Sedangkan kuota peserta PKU
hanya 50 orang.
Acara terus
berlanjut, hingga pelantikan peserta PKU & PDU dilaksanakan, saya pun tidak
ikut serta dalam acara tersebut, sungguh malu dan gelisah yang saya rasakan
pada saat itu. Ketika itu saya duduk paling belakang hingga acara berakhir pun.
Dan sejenak saya berpikir, kenapa saya bisa masuk ke PKU ini, padahal dari
awalpun saya dinyatakan tidak lulus, sedangkan pada saat pembukaan di mulai,
saya termasuk peserta yang lulus juga,walaupun sebagai kuota tambahan. Saya
pikir-pikir, mungkin ini hakikatnya dari Allah SWT. , ini yang dinamakan taqdir
Allah SWT yang harus diyakinkan.
Dan
Alhamdulillah, sedikit demi sedikit kegelisahan dan rasa malu saya bisa pudar
seiring berjalannya waktu dan beradaptasi dengan mereka teman seperjuangan di
PKU ini. Pada saat oncampus minggu ke 2 tiba, saya berangkat pagi hari, karena
berprinsip agar tidak telat. Sesampainya di Yayasan Dharmais, tempat
dilaksanakannya PKU & PDU , saya bertemu dengan teman-teman yang sudah saya
kenal terlebih dahulu. Waktu terus berjalan, hingga teman – teman se-PKU
berkumpul untuk saling menyapa, canda tawa dan bercengkrama. Dan akhirnya
kejadian tersebut dapat menghilangkan rasa gelisah dan malu saya, atas dorongan
dari mereka semua, hakikatnya dari allah SWT.
Pada saat
itu, saya ditempatkan di kamar A7 dengan teman seperjuangan dari Kec. Kemang,
dan dua orang lagi dari peserta PDU II. Teman sekamar saya ini, kebetulan
termasuk peserta yang memiliki jabatan/pangkat dalam PKU ini, artinya termasuk
pengurus local PKU. Dan seiring berjalannya kegiatan/aktfitas pembelajaran
dilaksankan, saya nikmati dengan tulus dan saya jalani dengan senang hati.
Semoga dari awal pertemuan hingga
tuntasnya Pendidikan Kader Ulama ini, Kita semua diberikan kelancaran dan
kesuksesan. Dan semoga menjadi Ulama yang berwawasan global. Dan juga semoga
mendapatkan keberkahan dari para guru – guru Kita semua serta materi yang
disampaikannya semoga bermanfa’at bagi Kita semua.
Amiin Yaa Robbal’aalamiin.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar