Jumat, 21 Juli 2017

REFLEKSI : M Ade Ishaq

Nama              : M. Ade Ishaq
Utusan             : MUI Kec. Cisarua
Jenis Tugas      : Refleksi

REFLEKSI
PEMBUKAAN PENDIDIKAN KADER ULAMA ( PKU ) XI
Alhamdulilah, itu adalah kata yang pertama saya ucapkan ketika mendengar informasi kelulusan PKU ini, tepat satu hari sebelum acara pembukaan PKU diselenggarakan. Kaget, heran, tak terduga, senang dan bingung, itulah perasaan yang saya rasakan pada saat itu, campur aduk perasaan yang tersimpan dalam pikiran dan hati saya. Karena dari awalpun saya tidak ada dugaan akan lulus dalam testing PKU ini, karena melihat kemampuan dan wawasan saya yang serba kekurangan dan kelemahan dalam pemahaman.
Dan sebenarnya, saya termasuk peserta yang tidak lulus karena tidak adanya nama saya pada saat pengumuman kelulusan testing PKU tersebut. Saya bersyukur dengan kenyataan tersebut, tanpa mematahkan semangat saya dalam menjalankan aktifitas keseharian saya sebagai salah satu Mudarris ( Pengajar ) di Pesantren Darul Huda Cilember. Saya pasrah dan menerima kenyataannya, dan saya ingat dengan amanat dari Kyai Mukri bahwa dalam testing PKU ini, pastinya akan terbagi menjadi dua kesimpulan, ada yang lulus dan ada juga yang tidak lulus. Oleh karena itu, Kyai Mukri menyarankan untuk tidak boleh patah semangat, tidak boleh terputus kinerja dalam sehari-harinya. Alhamdulillah amanat beliau begitu memotivasi saya.
Kemudian seperti biasa saya mengerjakan apa yang harus saya kerjakan dalam keseharian saya. Namun pada saat satu hari sebelum Pembukaan PKU XI dan PDU II berlangsung, sekitar siang hari ketika saya sedang belajar mengajar dengan anak santri, saya dikasih tahu oleh kaka saya, bahwasannya saya dinyatakan lulus dalam PKU sekarang ini. Informasi tersebut pastinya dari pihak panitia PKU. Saat itu juga saya bingung, melongo, kaget bercampur aduk dengan perasaan senang juga, karena di PKU itu bisa menambah wawasan yang global.
Dan besoknya, saya disuruh oleh orang tua saya juga kakak saya untuk datang ke cibinong, tiada lain ke tempat diselenggarakannya Pembukaan PKU & PDU itu, beserta rombongan MUI dari kec. Cisarua. Lalu, apa yang harus saya lakukan besok nanti, pakain apa yang harus saya pakai, dan harus bagaimana disana nanti. Berbagai tanda tanya timbul dalam pikiran saya, karena saya tidak tahu informasi tentang PKU dari awalpun.
Waktu demi waktu berjalan cepat hingga tiba saatnya esok hari yang cukup menegangkan bagi saya. Singkat kata, sampailah saya di gedung itu sekitar pukul 09.00  WIB dan acara sudah dimulai. Saya bingung, kemana saya harus bergabung, sedangkan peserta PKU yang lulus pun, saya tidak tahu sama sekali, seperti apa orangnya, dimana tempat berkumpulnya, wah rasa gelisah dan malu tertanam terus dalam hati saya. Bagaimana tidak gelisah,bisa dibilang saya merupakan peserta PKU yang ke 51. Sedangkan kuota peserta PKU hanya 50 orang.
Acara terus berlanjut, hingga pelantikan peserta PKU & PDU dilaksanakan, saya pun tidak ikut serta dalam acara tersebut, sungguh malu dan gelisah yang saya rasakan pada saat itu. Ketika itu saya duduk paling belakang hingga acara berakhir pun. Dan sejenak saya berpikir, kenapa saya bisa masuk ke PKU ini, padahal dari awalpun saya dinyatakan tidak lulus, sedangkan pada saat pembukaan di mulai, saya termasuk peserta yang lulus juga,walaupun sebagai kuota tambahan. Saya pikir-pikir, mungkin ini hakikatnya dari Allah SWT. , ini yang dinamakan taqdir Allah SWT yang harus diyakinkan.
Dan Alhamdulillah, sedikit demi sedikit kegelisahan dan rasa malu saya bisa pudar seiring berjalannya waktu dan beradaptasi dengan mereka teman seperjuangan di PKU ini. Pada saat oncampus minggu ke 2 tiba, saya berangkat pagi hari, karena berprinsip agar tidak telat. Sesampainya di Yayasan Dharmais, tempat dilaksanakannya PKU & PDU , saya bertemu dengan teman-teman yang sudah saya kenal terlebih dahulu. Waktu terus berjalan, hingga teman – teman se-PKU berkumpul untuk saling menyapa, canda tawa dan bercengkrama. Dan akhirnya kejadian tersebut dapat menghilangkan rasa gelisah dan malu saya, atas dorongan dari mereka semua, hakikatnya dari allah SWT.
Pada saat itu, saya ditempatkan di kamar A7 dengan teman seperjuangan dari Kec. Kemang, dan dua orang lagi dari peserta PDU II. Teman sekamar saya ini, kebetulan termasuk peserta yang memiliki jabatan/pangkat dalam PKU ini, artinya termasuk pengurus local PKU. Dan seiring berjalannya kegiatan/aktfitas pembelajaran dilaksankan, saya nikmati dengan tulus dan saya jalani dengan senang hati.
Semoga dari awal pertemuan hingga tuntasnya Pendidikan Kader Ulama ini, Kita semua diberikan kelancaran dan kesuksesan. Dan semoga menjadi Ulama yang berwawasan global. Dan juga semoga mendapatkan keberkahan dari para guru – guru Kita semua serta materi yang disampaikannya semoga bermanfa’at bagi Kita semua.

Amiin Yaa Robbal’aalamiin.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar