Tgl penyerahan : 29 Juli 2017
|
NILAI
|
Utusan :
MUI Parung
Mata Kuliah :
SG Bahtsul Masail
Dosen : -Hj. Ade Munawaroh Yasin, SH. MH
-Drs. KH.
Rafani Akhyar, M.Si
Jenis Tugas : Resume
Tgl Materi : 22 Juli 2017
Hj.
Ade Munawaroh Yasin, SH. MH
sebagai Ketua DPW PPP Provinsi Jawa Barat, Wakil Ketua DPRD Kabupaten Bogor dan
juga sebagai Anggota Dewan Penasehat MUI
Kabupaten Bogor, adalah salahsatu pengisi materi dalam acara Bahtsul Masail yang bertemakan “Menakar Posisi Strategis Kabupaten Bogor
Dalam Pembangunan Jawa Barat”. Beliau memaparkan tentang 5 strategi
kebijaka legistasi untuk pencepatan pembangunan Kabupaten Bogor, yaitu:
Ø 1.). Mengidentifikasi seluruh perda, izin, retribusi,
pajak ( menghapus perda yang menghambat pembangunan, mempersingkat pengurusan
perizinan, memperketat izin terkait
hal-hal yang menyangkut hajat hidup orang banyak guna melindungi
kepentingan masyaarakat Kabupaten Bogor.
Ø 2.). Meamperbaharui Perda tentang hal-hal yang terkait
dengan objek strategis pembangunan.
Ø 3.). Memperbanyak Perda Tata Ruang Kecamatan sebagai
upaya memberikan kepastian hukum kepada infestor yang akan menanamkan modalnya
di salahsatu kecamatan di Kabupaten Bogor.
Ø 4.). Merancang perda baru (dengan stimulan tertentu)
tentang objek-objek strategis pembangunan sesuai dengan dinamika pembangunan di
Kabupaten Bogor dan daerah sekitarnya, sebagai upaya penarik investor untuk
menanamkan modal di Kabupaten Bogor.
Ø 5.). Melakukan sosialisasi tentang Perda kepada
organisasi bisnis seperti Kadin, dan Asosiasi Perusahaan tingkat nasional.
Pungsi
Perda dalam otonomi daerah :
v
Sebagai
instrument kebijakan dalam melaksanakan otonomi daerah yang luas dan
bertanggung jawab.
v
Merupakan
pelaksana peraturan perundang-undangan yang lebih tinggi, sehingga harus tunduk
pada asas tata urutan perundang-undangan.
v
Sebagai
penangkap dan penyalur aspirasi masyarakat daerah.
v
Sebagai
alat transformasi.
v
Sebagai
harmonisator di berbagai kepentingan.
Sedangkan KH. Rafani Akhyar, M.Si sebagai
Sekretaris Umum MUI Provinsi Jawa Barat menerangkan tentang Problematika
Keberagaman di Provinsi Jawa Baratdewasa ini.
Kenyataan banyaknya agama di wilayah Profinsi Jawa
Barat :
Ø Islam
= 96 %
Ø Protestan
= 1,7 %
Ø Budha
= 0,2 %
Ø Katolik
= 0,6 %
Ø Hindu = 0,05 %
Ø Khong Hu Chu
= 0,03 %
Ø Lain-lain
= 1,23 %
Pungsi Agama pada masyarakat yang pluralitas supaya
tidak saling berbenturan dengan pemeluk Agama lain. Sehingga terjalin saling
menghormati dan toleransi dalam menjalankan ajaran Agama masing-masing.
Penyebab
terjadinya intoleransi
:
ü Absolutism
ü Eklusivisme
ü Fanatisme
ü Ekstrimisme
ü Agresivisme
ü Radikalisme
Indikator
terjadinya intoleransi
:
v
Menyebar
luaskan mis informasi agama lain
v
Menyebarkan
kebencian pada penganut agama lain
v
Merendahkan
keimanan dan peraktek-peraktek keagamaan agama lain
v
Memaksakan
keyakinan agama lain
v
Membatasi
hak-hak asasi manusia dari kelompok agama tertentu.
Tidak semua aksi radikalisme dikalangan masyarakat
mempunyai basis keagamaan, tetapi tidak sedikit radikalisme yang terjadi atas
nama agama.
Contoh radikalisme atasnama agama;
·
Islam,
yang terjadi di Afganistan, Irak, WTC, dan Bali.
·
Katolik
dan Kristen, di Irlandia, Ruwanda, Nikaragua, Elsalvador, Pilipina.
·
Budha
dan hindu, di Srilangka, India, Thailand Selatan,dan Rohingnya.
|
NILAI
|
Utusan : MUI Parung
Mata Kuliah : Ulumul Hadits
Dosen : KH.Ahmad Sanusi Azhari
Jenis Tugas : Resume
Tgl Materi : 22 Juli 2017
DEVINISI
Ø Hadits
= Segala sesuatu yang disandarkan
kepada Nabi, baik ucapan (sabda),
perbuatan atau ikrar ( ketetapan) Nabi Muhammad SAW.
Ø Khobar
= Sesuatu yang disandarkan kepada
Nabi, Sahabat, atau Tabi’in.
Ø Atsar
= Segala sesuatu yang disandarkan
kepada Sahabat atau Tabi’in.
Ø Hadits Qudsi = Hadits
yang secara makna datangnya dari Alloh SWT, sementara lafadznya dari
Rosululloh.
FUNGSI HADITS :
v Sebagai sumber hukum kedua setelah Al-qur’an
v Menafsirkan isi Al-quran
v Menjelaskan hukum yang belum ada di dalam Al-qur’an
v Sebagai pelengkap sesuatu yang belum jelas di dalam
Al-qur’an
Metode penukilan Hadits/ Khobar terbagi dua :
1. Hadits
Mutawatir, adalah hadits
yang di riwayatkan oleh banyak perawi yang tidak mungkin mereka sepakat untuk
berdusta, sehingga dapat memberikan berita yang sangat meyakinkanan bagi yang
menerimannya.
Hadits mutawatir terbagi 2, yaitu mutawatir ladzi wa
ma’nawi( sepakat dalam lafadz dan ma’na) dan ada juga yang hanya mutawatir
lafdzi saja (hanya sepakat dalam ma’na sedangkan lafadznya berbeda).
2.
Hadits Ahad, adalah hadits tidak nyampe pada criteria mutawatir.
Hadits
Ahad terbagi 3 :
a)
Hadits
Masyhur, yaitu hadits yang di riwayatkan oleh tiga perawi atau lebih.
b)
Hadits
Aziz, yaitu hadits yang diriwayatkan oleh dua orang perawi.
c)
Hadits
Gorib, yaitu hadits yang hanya diriwayatkan oleh hanya satu perawi.
|
NILAI
|
Utusan : MUI Parung
Mata Kuliah : Ilmu Tauhid dan Tasawuf
Dosen : KH. Drs M. Husnuddin
Jenis Tugas : Resume
Tgl Materi : 23 Juli 2017
إذ لم تعرف لم تحب
Ilmu tauhid dan ilmu tasawuf adalah ilmu yang sangat
penting dan keduanya tidak biasa dipisahkan.
Sesuai ketentuan iman, islam dan ihsan, ilmu yang
utama itu ada tiga, yaitu:
ü
Ilmu
Fiqih, yang membahas ibadat badaniah (lahir) seperti solat, puasa, zakat dan
haji. Maka dari ilmu inilah Islam terbentuk.
ü
Ilmu
Tauhid, yang membahas tentang keyakinan ( i’itikad) seperti ilmu tentang
ke-Tuhanan, ke-Rosulan, hari akhir dan sebagainya. Dari ilmu inilah muncul Iman.
ü
Ilmu
Tasawuf, yang membahas tentang akhlak dan etika yang berhubungan dengan hati,
seperti keikhlasan, khusyu, tawadu, tawakal, sabar dan lain-lain. Dari
ilmu-ilmu inilah munculnya Ihsan.
Ilmu tasawuf
mewujudkan dan menghadirkan Alloh selalu dalam semua aspek kehidupan, sebagaimana
dikatakan:
الإحسان هو أن تعبد الله كأنك تراه وإن لم تكن تراه فإنه
يراك
Ilmu tasawuf memiliki kedudukan yang sangan penting,
karena dengannya melatih kesungguhan, membersihkan, memperdalam, mensucikan dan
membangun ruhiyah manusia. Yang semuanya ini bertujuan untuk mendekatkan diri
kepada Alloh SWT dan mengerahkan segala kemampuan jiwa hanya untuk mencari
rahmat dan ridhoNya.
Orang yang mengamalkan ilmu tasawuf dapat meraih
tujuannya dalam hidup dengan kesucian jiwa, akhlak yang baik, tidak meletakan
sedikitpun dunia di dalam hati, hatinya selalu dihiasi dengan dzikir dan
ungkapan-ungkapan kalimat tauhid sekalipun dhohirnya mengerjakan
perbuatan-perbuatan sebagai mana umumnya manusia.
Tgl penyerahan : 29 Juli 2017
|
NILAI
|
Utusan : MUI Parung
Mata Kuliah : Tafsir Tematik
Dosen : KH. Rosyadi
Jenis Tugas : Resume
Tgl Materi : 22 Juli 2017
تفسير الموضوعي
Tafsir tematik didalam bahasa arab bisa disebut dengan
tafsir maudu’I, adalah bagian dari jenis tafsir yang cara penafsirannya mudah
difahami oleh banyak kalangan dan sangat sesuai dengan kebutuhan zaman dan
waktu.
Banyak cara dan metode yang dilakukan para ahli tafsir
(mufassir) untuk menafsirkan dan memberikan pemahaman dari isi kandungan
Al-qu’an, diantaranya:
Ø
Menafsirkan
sesuai urutan dan ayat yang terkandung
didalam Al-qur’an.
Ø
Memilih
topik tertentu yang diinginkan dan kemudian mengumpulkan ayat-ayat Al-qur’an
yang berhubungan dengan topic tersebut. Dan metode inilah yang disebut denan tafsir tematik.
Contoh tafsir tematik yang dibahas pada pertemuan
pertama membahas tafsir yang bertemakan jual beli ( tjaroh).
Pengertian tijaroh :
v
Menurut
bahasa adalah suatu bentuk akad penyerahan sesuatu dengan sesuatu yang lain.
v
Menurut
istilah adalah menerima uang dari hasil penjualan suatu barang atau hanya
menerima manfaat berdasarkan hukum syara’ dengan melalui pembayaran yang sah
dengan berupa uang atu alat pembayaran lainnya.
Diantara dalil ayat-ayat Al-qur’an yang berkaitan
dengan jual beli :
ü
Surat
Annisa ayat 29
ü
Surat
Al-baqoroh ayat 198
ü
Surat
Al-jumu’ah ayat 9 – 10
|
NILAI
|
Utusan : MUI Parung
Mata Kuliah : Wawasan Kebangsaan
Dosen : Dr. H. Wawan Hari Purwanto
Jenis Tugas : Resume
Tgl Materi : 23 Juli 2017
A.Pendahuluan
ü Perkembangan era globalisasi makin
menekan proses akulturasi budaya, peradaban maju akan mempengaruhi peradaban
berkembang dan terbelakang. Sehingga, interaksi budaya barat mewarnai kehidupan
masyarakat Indonesia.
ü Kemajumukan Indonesia teracam oleh masih terus
berlangsungnya diskriminasi dan kekerasan.
ü Pelembangaan diskriminasi atas nama
agama dan kelompok mayoritas dilakukan melalui kebijakan daerah dan nasional.
ü Perlunya studi agama, agar agama
tidak dijadikan alat pemecah belah.
ü Menjadikan pancasila sebagai
penyelamat dari faham fundamentalisme.
ü Nilai tradisional masyarakat
perlahan mengalami kepunahan, kebebasan dan kesenangan hidup masyarakat barat
menjadi tren dimasyarakat, untuk itu perlu dukungan pemerintah, tokoh
masyarakat, dan masyarakat guna mengantisipasinya.
B. Implementasi
Nilai-nilai Pancasila
Setiap bangsa memiliki cita-cita yang ingin diwujudkan
dalam kehidupannya. Oleh karena itu, diperlukan ketahanan nasional
mutlak yang senantiasa dibina dan
dibangun serta ditumbuh kembangkan. Tegaknya suatu bangsa dan Negara ialah
kemerdekaan dan kedaulatan sebagai wujud kemandirian. Amanat NKRI dalam
integritas sebagai sistem ke-negaraan Pancasila.
C. Tantangan
Nasional
Ø Program nasional mengalami distorsi
nilai ajaran falsafah Pancasila.
Ø Rakyat Indonesia mengalami Degradasi
wawasan nasional.
Ø Elite reformasi dan kepemimpinan
nasional hanya mempraktekkan budaya demokrasi liberal atas nama HAM.
Ø Tokoh Nasional berkompetensi merebut
jabatan.
Ø Pemujaan demokrasi liberal atas nama HAM.
Ø Neo Liberalisme atas nama demokrasi
dan HAM.
Ø Kemajemukkan Indonesia terancam oleh
masih terus berlangsungnya diskriminasi dan kekerasan.
Ø Pengembangan diskriminasi atas nama
agama dan kelompok mayoritas dilakukan melalui kebijakan daerah dan nasional.
|
|
Nama : Abdul Halim
Utusan : MUI Parung
Jenis Tugas : Refleksi
"Allah
berfirman, “Apakah kamu tidak melihat orang yang berpaling (dari al Quran)? Dia
memberi sedikit lalu menahan sisanya” (An Najm: 33-34).
Seorang Ulama menafsirkan makna menahan sisanya adalah “memutuskannya”. Maka ayat ini mengandung dorongan untuk tetap konsisten dalam beramal shalih dan celaan bagi orang yang beramal baik kemudian putus atau tidak konsisten.
Seorang Ulama menafsirkan makna menahan sisanya adalah “memutuskannya”. Maka ayat ini mengandung dorongan untuk tetap konsisten dalam beramal shalih dan celaan bagi orang yang beramal baik kemudian putus atau tidak konsisten.
خَيْرُ اْلأُمُوْرِ اَدْوَامُهَا وَإِنْ قَلَّ
“Paling
baiknya sesuatu adalah paling istiqomahnya walaupun sedikit”
Kemudian Al-imam ‘Athoillah
dalam kitab Al-hikam memberikan satu gambaran kepada kita, untuk mengukur dan
mengetahui posisi kita di sisi Alloh SWT
إِذَا أَرَدْتَ اَنْ تَعْرِفَ قَدْرَكَ عِنْدَ اللهِ فَانْظُرْ اَيْنَ اَقَامَكَ
Jika engkau ingin
mengetahui kedudukanmu disisi Allah maka lihatlah, dimanakah sekarang ini kesibukan
aktifitasmu..
فإذا شغلت بالذكر فاعلم أنه يريد أن يذكرك
Ø Jika engkau tersibukkan diri dengan dzikir, maka
ketahuilah bahwasannya Allah menginginkan untuk mengingatmu..
إذا شغلت بالقرآن ، فاعلم أنه يريد أن
يحدثك
Ø Jika engkau tersibukkan dengan Al-Qur'an, maka
ketahuilah bahwasannya Allah menginginkanmu untuk berbicara atau berinteraksi
denganmu..
شغلت بالطاعات ، فاعلم أنه قربكاذا
Ø Jika engkau tersibukkan dengan ketaatan-ketaatan, maka
ketahuilah bahwasannya Allah mendekatkan mu (kpdNya)
واذا احضرك في مجلس صلحائه واوليائه فاعلم انه يريد ان يلحقك بهم في حضرته
Ø Jika Allah swt menghadirkanmu di Majelis Orng Sholeh
dan Para Auliya'nya maka ketahuilah bahwa Allah hendak memasukkan mu Berkat
Mereka ke dalam HadiratNya...
إذا شغلت بالدعاء ، فاعلم أنه يريد أن
يعطيك
Ø Jika engkau tersibuk-kan dengan do'a, maka ketahuilah
bahwasannya Allah menginginkan memberikan sesuatu kepada dirimu..
إذا شغلت بالدنيا ، فاعلم أنه أبعدك
Ø Jika engkau tersibukkan dengan dunia, maka ketahuilah
bahwasannya Allah menjauhimu..
إذا شغلت بالناس ، فاعلم أنه أهانك
Ø Jika engkau tersibukkan dengan manusia, maka
ketahuilah bahwasannya Allah menghinakanmu..
Semog Alloh selalu menjadikan ‘amalussholih sebagai jalan dan amal
istiqomah kita, sehingga maksiat dan perbuatan yang jauh dari tuntunan dan
syari’atNya dijauhkan dari kehidupan kita.
اللهم اعنا على ذكرك وشكرك وحسن عبادتك
Yaa Allah...
Bantulah kami agar
selalu mengingat-MU, mensyukuri-MU dan agar mampu beribadah kepada-MU dengan
sebaik-baiknya..
Di minggu ke-
dua perkuliahan PKU ini, berbagai ilmu yang didapat dari para masyaikh yang
sungguh luar biasa, baik ilmu fiqih, hadits, tasawuf dan bahkan wawasan
kebangsaan. Yang paling meresap dihati saya adalah ilmu tauhid dan tasawuf yang
luar biasa menggugah dan menasihati diri untuk terus berusaha menjadi manusia
seutuhnya yang dekat dengan Alloh. Menjadi manusia yang mampu mengolah hati dan
jiwan untuk mewujuddkan tujuan hidup yang hakiki bahkan bisa menjadi insan an-nafi’, manusia yg bernanfaat
bagi orang lain.
خَيْرُ النَّاسِ اَنْفَعُهُمْ لِلنَّاسِ
Mudah-mudahan
kita mendapat taufiq sehingga kita bisa di golongkan dengan orang-orang shalih dan bisa memberikan manfaat
bagi orang lain.
Aamiin Ya Rabbal 'Alamiin...
وبالله
التوفيق والهداية والرضا والعناية
والحمد
لله رب العالمين
م
Tidak ada komentar:
Posting Komentar