|
|
Nama : Abdul Halim
Mata Kuliah :
Stadium General
Islam dan Peradaban Global
Dosen : Prof.Der.Soz Gumilar Roesliwa S
Jenis Tugas : Resume
Tgl Materi : 15 Juli 2017
Kata
ulama berasal dari bahasa arab, bentuk jama’ dari kata ‘alim yang artinya orang
yang memiliki ilmu pengetahuan. Dan kata ‘alim itu sendiri bentuk isim fa’il dari kata dasar ‘alima ya’lamu.
Jadi ‘ulama adalah orang-orang yang memiliki ilmu pengetahuan. Sedangkan ulama
yang berwawasan global adalah ‘ulama yang bukan hanya menguasai keilmuan klasik
yang turun temurun dia terima, melainkan mereka yang memiliki ilmu pengetahuan
nan dinamis artinya mengikuti perkembangan zaman dan memiliki kapasitas yang
relefan dengan kebutuhan masyarakat masa kini, seiring dengan kemajuan
informasi dan teknologi, hal ini tentunya tidak keluar dari landasan Al-qur’an
dan Assunnah.
Untuk
menjadi ulama yang benar-benar jadi panutan dan rohmatan lil ‘alamin yang bersifat universal/ untuk seluruh umat
manusia sesuai yang diwariskan oleh Rosulullah SAW, selain harus terus
mengembangkan diri juga harus betul-betul memahami permasalahan yang dihadapi
di masyarakat, kemudia mampu menyikapi perbedaan dengan penuh ke’arifan dan
kebijaksanaan. Kemudian seorang ulama yang berwawasan global adalah mereka yang
banyak mengembangkan diri dengan banyak persiapan, banyak membaca, juga banyak
berdiskusi. Sehingga permasalahan yang dihadapinya akan mampu disikapinya
dengan baik. Calon ‘ulama harus memiliki kemampuan untuk terbiasa membaca dan
menulis, sehingga mampu menambah khazanah keilmuan dan wawasan yang tertuang
dalam karya tulis. Khazanah pengetahuan itulah yang bias menentukan seorang
ulama mampu memahami dan menyikapi setiap keberagaman dan perbedaan masalah
yang dihadapi dalam kehidupan dimasyarakat. Bersikap bijak itu yang sangat
penting untuk memelihara persatuan dan kesatuan umat.
‘Ulama
yang memiliki wawasan global haruslah memiliki sifat terbuka, berusaha dan
semangat berusaha menuju yang lebih baik, serta terus-menerus mengkaji Islam
secara menyeluruh dan tuntas, jangan memahaminya setengah-setengah, disesuaikan
dengan perubahan zaman yang disempurnakan dengan pengetahuan-pengetahuan global
dan teknologi, menguasa berbagai bahasa dan bijaksana dalam berbagai masalah.
Maka dengan bekal khazanah cukup pengetahuan berbagai ilmu lah, baik ilmu agama
dan ilmu-ilmu dunia yang lainnya, seorang ulama mampu menyikapi dan menghadapi tantangan zaman dan problematika
kehidupan yang setiap waktu terus berubah, sehingga tidak mudah membidahkan dan
mengkafirkan yang pada akhirnya Islam
akan menjadi cahaya bagi seluruh dunia. Wallohu a’lam
Tgl penyerahan : 22 Juli 2017
|
|
Mata Kuliah :
Ulumul Hadits
Dosen :
KH. A. Sanusi Azhari
Jenis Tugas :
Resume
Tgl Materi :
15 Juli 2017
Motifasi dan taarruf di awal pertemuan bersama KH. A.
Sanusi Azhari.
KH. A. Sanusi Azhari merupakan penasehat MUI Kabupaten
Bogor, yang dilahirkan sekitar 75 tahun yang lalu, tepatnya pada tahun 1942. Bliau dilahirkan dari kluarga
pesantren, yaitu putra dari Kiyai pesantren Cilendek Bogor. Sehingga dari usia
belia sudah terbiasa dengan dunia pesantren dan mempelajari ilmu-ilmu
kepesantrenan. Riwayat pendidikan pormalnya dimulai dari Sekolah Rakyat (SR)
saat itu atau saat ini setara dengan Sekolah Dasar (SD) lulus pada tahun 1956,
dan SMP pada tahun 1959. Setelah lulus dari SMP pada tahun itu, dengan kemauan
dan kesungguhan seorang ayah demi menjadikan anaknya sebagai orang yang
memahami ilmu-ilmu agama, berangkatlah dengan diantar seorang ayah menuju
pondok pesantren Daarussalam Gontor Ponorogo Jawa Timur dan lulus pada tahun
1964. Setelah lulus dari Gontor beliau pernah nyantri di Pesantren Al-qur’an
pimpinan KH. Soleh Ma’mun di Serang Banten.
KH. A. Sanusi Azhari merupakan sosok ‘ulama
kharismatik dan memiliki pengaruh besar di masyarakat, bahkan beliau sangat
dikagumi dan menguasai ilmu-ilmu keagamaan, seperti ulumul qur’an, tafsir,
hadits dan ulumul haditsnya, fiqih dan usulul fiqihnya, ilmu tauhid, tasawuf
dan juga ilmu-ilmu retorika bahasa arab seperti nahwu, shorof, mantiq dan yang
lainnya.
Diantara karir beliau di bidang pendidikan adalah :
a.
sebagai
Pendidikan Guru Agama (PGA)
b.
sebagai
anggota DPRD Kab. Bogor utusan dari praksi
Golkar selama tiga priode
c.
sebagai
ketua umum MUI Kab. Bogor selama dua priode (1990 – 2000)
d.
sebagai
ketua dewan penasehat MUI Kab. Bogor sampai dengan sekarang.
Semoga beliau selalu diberikan panjang umur dalam
sehat wal’afiat dan diberikan keberkahan atas segala ilmu yang diajarkannya
kepada kita. Amiin yaa robbal ‘aalamiin.
|
|
Nama : Abdul Halim
Utusan : MUI Parung
Jenis Tugas : Refleksi
Tgl Pertemuan : 15 Juli 2017
Alhamdulillah pertemuan pertama kegiatan perkuliahan
PKU XI berjalan dengan lancer dan diikutinya dengan baik dan penuh khidmat.
Dengan niat dan tekad yang kuat juga dibarengi dengat penuh semangat demi meraih
ilmu dan wawasan-wawasan yang membawa perubahan dan kemajuan untuk pribadi juga
ummat secara umum. Luar biasa kebahagiaan yang dirasakan saat bias bergabung di
PKU ini, dimulai dari proses seleksi, pembukaan bersama Bapak Mentri Agama, dan
pertemuan diperkuliahan perdana yang begitu hangat dan akrab dalam bingkai
tolabul ilmi dan silaturahmi. Senang rasanya bisa bertemu saudara-saudara
peserta PKU dan adik-adik peserta PDU, seluruh jajaran panitia, bahkan para
masyayikh yang tabahhur dengan ilmu pengetahuan, nambah sahabat, nambah dulur,
nambah guru dan ilmu.
Saya ditempatkan di kamar A5 bersama Kang Aufan Nuaim
dari Cilebut, Kang Yosep Budiman dari Ciampea, juga Kang M. Syukron Habiby dari
Cisarua. Sahabat-sahabat yang luar biasa dalam ilmu dan pengalaman yang saya
jadikan sebagai sahabat sekaligus guru. Disana juga saya bertemu akang-akang
dan teteh-teteh panitia yang selalu mengarahkan dan membimbing saya dengan
penuh keikhlasan dan tanggung jawab yang luar biasa. Semoga kebersamaan kita
ini sebagai awal keberhasilan dan kemajuan islam hususnya di wilayah Kabupaten
Bogor.
Sebagai kader ulama yang kedepannya memiliki tugas dan
beban yang sangat berat yaitu sebagai warosatul
anbiya dan juga sebagai umanaaurrosul,
kita harus benar-benar mampu dan bias menjalankan amanah ini dengan terus
berupaya meningkatkan khazanah keilmuan kita dzohiron wabatinan. Sebagai mana dikatakan Ust Saefuddin sebagai
ketua LPKPU, harus benar-benar jadi ulama ruuhan
wajasadan. Uswah utama kita dalam berdakwah adalah Rosululloh. Jadikan
perjuangan mulia ini sebagai tugas utama dalam kehidupan untuk mewujudkan Islam
sebagai rohmatan lill’alamiin, yang
bias diterima disemua kalangan dan semua lapisan, sehingga terciptanya dunia
yang damai, saling menyayangi dan menghormati keberagaman yang ada di
tengah-tengah kehidupan masyarakat. Wallohu
a’lam.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar