Kamis, 20 Juli 2017

TUGAS PKU 1







     
 Tgl penyerahan           : 22 Juli 2017
Nama                           : Abdul Halim
Utusan                         : MUI Parung
Mata Kuliah                : Stadium General
                                      Islam dan Peradaban Global
Dosen                          : Prof.Der.Soz Gumilar Roesliwa S
Jenis Tugas                  : Resume
Tgl Materi                   : 15 Juli 2017
                                                  
 
Kata ulama berasal dari bahasa arab, bentuk jama’ dari kata ‘alim yang artinya orang yang memiliki ilmu pengetahuan. Dan kata ‘alim itu sendiri bentuk  isim fa’il dari kata dasar ‘alima ya’lamu. Jadi ‘ulama adalah orang-orang yang memiliki ilmu pengetahuan. Sedangkan ulama yang berwawasan global adalah ‘ulama yang bukan hanya menguasai keilmuan klasik yang turun temurun dia terima, melainkan mereka yang memiliki ilmu pengetahuan nan dinamis artinya mengikuti perkembangan zaman dan memiliki kapasitas yang relefan dengan kebutuhan masyarakat masa kini, seiring dengan kemajuan informasi dan teknologi, hal ini tentunya tidak keluar dari landasan Al-qur’an dan Assunnah.
Untuk menjadi ulama yang benar-benar jadi panutan dan rohmatan lil ‘alamin yang bersifat universal/ untuk seluruh umat manusia sesuai yang diwariskan oleh Rosulullah SAW, selain harus terus mengembangkan diri juga harus betul-betul memahami permasalahan yang dihadapi di masyarakat, kemudia mampu menyikapi perbedaan dengan penuh ke’arifan dan kebijaksanaan. Kemudian seorang ulama yang berwawasan global adalah mereka yang banyak mengembangkan diri dengan banyak persiapan, banyak membaca, juga banyak berdiskusi. Sehingga permasalahan yang dihadapinya akan mampu disikapinya dengan baik. Calon ‘ulama harus memiliki kemampuan untuk terbiasa membaca dan menulis, sehingga mampu menambah khazanah keilmuan dan wawasan yang tertuang dalam karya tulis. Khazanah pengetahuan itulah yang bias menentukan seorang ulama mampu memahami dan menyikapi setiap keberagaman dan perbedaan masalah yang dihadapi dalam kehidupan dimasyarakat. Bersikap bijak itu yang sangat penting untuk memelihara persatuan dan kesatuan umat.
‘Ulama yang memiliki wawasan global haruslah memiliki sifat terbuka, berusaha dan semangat berusaha menuju yang lebih baik, serta terus-menerus mengkaji Islam secara menyeluruh dan tuntas, jangan memahaminya setengah-setengah, disesuaikan dengan perubahan zaman yang disempurnakan dengan pengetahuan-pengetahuan global dan teknologi, menguasa berbagai bahasa dan bijaksana dalam berbagai masalah. Maka dengan bekal khazanah cukup pengetahuan berbagai ilmu lah, baik ilmu agama dan ilmu-ilmu dunia yang lainnya, seorang ulama mampu menyikapi dan  menghadapi tantangan zaman dan problematika kehidupan yang setiap waktu terus berubah, sehingga tidak mudah membidahkan dan mengkafirkan yang pada akhirnya  Islam akan menjadi cahaya bagi seluruh dunia.  Wallohu a’lam


 Tgl penyerahan : 22 Juli 2017
Nama                              : Abdul Halim


Utusan                            : MUI Parung
Mata Kuliah                   : Ulumul Hadits
Dosen                             : KH. A. Sanusi Azhari
Jenis Tugas                     : Resume
Tgl Materi                      : 15 Juli 2017
                                            
Motifasi dan taarruf di awal pertemuan bersama KH. A. Sanusi Azhari.
KH. A. Sanusi Azhari merupakan penasehat MUI Kabupaten Bogor, yang dilahirkan sekitar 75 tahun yang lalu, tepatnya  pada tahun 1942. Bliau dilahirkan dari kluarga pesantren, yaitu putra dari Kiyai pesantren Cilendek Bogor. Sehingga dari usia belia sudah terbiasa dengan dunia pesantren dan mempelajari ilmu-ilmu kepesantrenan. Riwayat pendidikan pormalnya dimulai dari Sekolah Rakyat (SR) saat itu atau saat ini setara dengan Sekolah Dasar (SD) lulus pada tahun 1956, dan SMP pada tahun 1959. Setelah lulus dari SMP pada tahun itu, dengan kemauan dan kesungguhan seorang ayah demi menjadikan anaknya sebagai orang yang memahami ilmu-ilmu agama, berangkatlah dengan diantar seorang ayah menuju pondok pesantren Daarussalam Gontor Ponorogo Jawa Timur dan lulus pada tahun 1964. Setelah lulus dari Gontor beliau pernah nyantri di Pesantren Al-qur’an pimpinan KH. Soleh Ma’mun di Serang Banten.
KH. A. Sanusi Azhari merupakan sosok ‘ulama kharismatik dan memiliki pengaruh besar di masyarakat, bahkan beliau sangat dikagumi dan menguasai ilmu-ilmu keagamaan, seperti ulumul qur’an, tafsir, hadits dan ulumul haditsnya, fiqih dan usulul fiqihnya, ilmu tauhid, tasawuf dan juga ilmu-ilmu retorika bahasa arab seperti nahwu, shorof, mantiq dan yang lainnya.
Diantara karir beliau di bidang pendidikan adalah :
a.       sebagai Pendidikan Guru Agama (PGA)
b.      sebagai anggota DPRD Kab. Bogor  utusan dari praksi Golkar selama tiga priode
c.       sebagai ketua umum MUI Kab. Bogor selama dua priode (1990 – 2000)
d.      sebagai ketua dewan penasehat MUI Kab. Bogor sampai dengan sekarang.
Semoga beliau selalu diberikan panjang umur dalam sehat wal’afiat dan diberikan keberkahan atas segala ilmu yang diajarkannya kepada kita. Amiin yaa robbal ‘aalamiin.



Tgl penyerahan            : 22 Juli 2017
Nama                           : Abdul Halim
Utusan                         : MUI Parung
Jenis Tugas                  : Refleksi
Tgl Pertemuan             :  15 Juli 2017
                                         


Alhamdulillah pertemuan pertama kegiatan perkuliahan PKU XI berjalan dengan lancer dan diikutinya dengan baik dan penuh khidmat. Dengan niat dan tekad yang kuat juga dibarengi dengat penuh semangat demi meraih ilmu dan wawasan-wawasan yang membawa perubahan dan kemajuan untuk pribadi juga ummat secara umum. Luar biasa kebahagiaan yang dirasakan saat bias bergabung di PKU ini, dimulai dari proses seleksi, pembukaan bersama Bapak Mentri Agama, dan pertemuan diperkuliahan perdana yang begitu hangat dan akrab dalam bingkai tolabul ilmi dan silaturahmi. Senang rasanya bisa bertemu saudara-saudara peserta PKU dan adik-adik peserta PDU, seluruh jajaran panitia, bahkan para masyayikh yang tabahhur dengan ilmu pengetahuan, nambah sahabat, nambah dulur, nambah guru dan ilmu.
Saya ditempatkan di kamar A5 bersama Kang Aufan Nuaim dari Cilebut, Kang Yosep Budiman dari Ciampea, juga Kang M. Syukron Habiby dari Cisarua. Sahabat-sahabat yang luar biasa dalam ilmu dan pengalaman yang saya jadikan sebagai sahabat sekaligus guru. Disana juga saya bertemu akang-akang dan teteh-teteh panitia yang selalu mengarahkan dan membimbing saya dengan penuh keikhlasan dan tanggung jawab yang luar biasa. Semoga kebersamaan kita ini sebagai awal keberhasilan dan kemajuan islam hususnya di wilayah Kabupaten Bogor.

Sebagai kader ulama yang kedepannya memiliki tugas dan beban yang sangat berat yaitu sebagai warosatul anbiya dan juga sebagai umanaaurrosul, kita harus benar-benar mampu dan bias menjalankan amanah ini dengan terus berupaya meningkatkan khazanah keilmuan kita dzohiron wabatinan. Sebagai mana dikatakan Ust Saefuddin sebagai ketua LPKPU, harus benar-benar jadi ulama ruuhan wajasadan. Uswah utama kita dalam berdakwah adalah Rosululloh. Jadikan perjuangan mulia ini sebagai tugas utama dalam kehidupan untuk mewujudkan Islam sebagai rohmatan lill’alamiin, yang bias diterima disemua kalangan dan semua lapisan, sehingga terciptanya dunia yang damai, saling menyayangi dan menghormati keberagaman yang ada di tengah-tengah kehidupan masyarakat. Wallohu a’lam.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar